Ayo Bergabung ke PKPRI Kota Bekasi

PUSAT Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Kota Bekasi dibentuk 19 Januari 2002 hasil pemekaran dari PKPRI Kabupaten Bekasi yang terbentuk lebih dulu pada tahun 1967. Pembentukannya difasilitasi Pengurus PKPRI Kabupaten Bekasi melalui Forum Rapat Anggota yang agendanya khusus membahas Pembentukan Lembaga PKPRI Kota Bekasi serta Pemilihan Pengurus dan Pengawas periode 5 tahun pertama (2002 – 2006). Sedangkan pembagian aset telah disepakati 25% untuk Kota dan 75% untuk Kabupaten.

Selanjutnya...
 
Berumah di Atas Air

Usianya baru 19 tahun, tapi perjalanan hidup menuntutnya menjadi penopang keluarga. Berbekal ijazah sekolah dasar, Hajir pun nekad merantau keluar dari desanya, mencari pekerjaan sambil mengejar mimpi bisa menafkahi keluarganya.

Selanjutnya...
 
danau cibereum

  Ingin menikmati segarnya air kelapa muda disela-sela hembusan angin di pinggir sebuah telaga. Silakan datang ke Desa Lambang Jaya Tambun Selatan, di sana ada sebuah tempat wisata, namanya Danau Cibereum.
Selanjutnya...
 
Bekerja itu Ibadah

 

Aktivitasnya di gerakan koperasi di Bekasi, terbilang lama. Tak heran, banyak pihak menerima kehadirannya. Selain, suka berdiskusi, dia juga sering melontarkan ide-ide cemerlang. Lantas, bagaimana caranya mendorong prinsip berdemokrasi di koperasi?

 

 

selengkapnya...
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 Berikutnya > Akhir >>

Halaman 1 dari 2

Polls

Pendapat Anda setelah kota Bekasi menjadi Kota Koperasi di 2008?
 

YOOaccordion

Selamat Berpuasa
REDAKSI Info Bekasi.com mengucapkan SELAMAT BERPUASA bagi pembaca yang menjalankannya. Semoga mendapat rahmat dan hidayah dari Allah SWT, amien.
Peta Wisata Kuliner

HINGGA saat ini Bekasi sepertinya belum memiliki Peta Wisata Kuliner yang bisa dijadikan pegangan bagi para wisatawan lokal maupun internasional ketika mereka ingin mencicipi makanan khas daerah ini. Kalau memang ada yang punya ide atau malah  sudah mulai menyusunnya, betapa langkah tersebut layak diberi dukungan meski kenyataannya hanya sekadar pujian...

 

BIKO MIKO

Ingin memahami Akuntansi dan Manajemen Koperasi secara maksimal. Silakan bergabung dengan Bimbingan Konsultasi Manajemen dan Akuntansi Koperasi (BIKO MIKO) milik Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia  (PKP-RI) Kota Bekasi.

Who's Online

Kami memiliki 1 Tamu online

Search

Kolom

  •   Kehadiran Hernando de Soto di Indonesia, beberapa waktu lalu, membuka jalan bagi kaum miskin untuk menyadari masih ada kekayaan yang dimiliki berupa aset yang selama ini tidak disadari.

Profil

  • Kenal Swamitra secara tidak sengaja, ceritanya waktu itu Marhedi butuh uang untuk tambahan beli lapak yang sebelumnya disewa.

  • Bermula dari kebijakan pengurangan pegawai oleh perusahaan tempatnya bekerja karena pengaruh krisis moneter tempo hari. Akhirnya Izzuddin tergerak untuk melanjutnya usaha yang semula dirintis oleh almarhum istrinya pada 2002.

    Berbekal modal Rp 5 juta untuk membeli peralatan dan bahan baku, Izzuddin pun mulai menekuni usaha bandeng sosisnya. Dibantu tenaga kerja sebanyak lima orang, yang diambil dari lingkungan masyarakat di sekitar rumahnya yang dijadikan tempat produksi di Jl. Hembo, Rt 03/07 No.19 Jatimulya, Tambun, Jawa Barat.
  • {slimbox images/stories/gallery/img_0021.jpg,images/stories/thumbs/img_0021.jpg,}
      Keterlibatannya di gerakan koperasi di awali langsung sebagai pengawas, meski dalam kesehariaan dirinya berprofesi sebagai pendidik, tapi kalau sudah berbicara mengenai koperasi, Ketua Koperasi Guru Pondokgede yang sudah menjabat selama empat periode ini, dengan lancar menyampaikan penjelasannya, mulai dari hambatan, tantangan, hingga prospek koperasi sebagai jalan keluar persoalan ekonomi yang sedang dialami bangsa kita.
  • Bagi pengurus Koperasi Karyawan (Kopkar) PT. Amarta Karya, mengembangkan koperasi yang memiliki Badan Hukum berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Koperasi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor : 47/BLP/V/1990, tanggal 30 Maret 1990 dengan No. Badan Hukum 2487/BH/I, boleh dibilang bukan sesuatu yang sulit. Makanya hingga akhir Oktober 2005, Kopkar PT.Amarta Karya mampu mengumpulkan asset lebih kurang Rp 1,8 miliar.

    Dengan memanfaatkan jaringan induknya, Kopkar ini bisa memperluas keanggotaannya ke seluruh cabang perusahaan yang tersebar di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Medan, Kalimantan Timur, Riau, Jambi, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.