Ayo Bergabung ke PKPRI Kota Bekasi

PUSAT Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Kota Bekasi dibentuk 19 Januari 2002 hasil pemekaran dari PKPRI Kabupaten Bekasi yang terbentuk lebih dulu pada tahun 1967. Pembentukannya difasilitasi Pengurus PKPRI Kabupaten Bekasi melalui Forum Rapat Anggota yang agendanya khusus membahas Pembentukan Lembaga PKPRI Kota Bekasi serta Pemilihan Pengurus dan Pengawas periode 5 tahun pertama (2002 – 2006). Sedangkan pembagian aset telah disepakati 25% untuk Kota dan 75% untuk Kabupaten.

 

 

PROFIL PKP-RI KOTA BEKASI

 

NAMA PERUSAHAAN  :  PUSAT KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA

                                             disingkat PKP-RI KOTA BEKASI

ALAMAT                          :  Jl. LAPANGAN MULTI GUNA No. 1 Lt. 2 BEKASI

                                             TELEPON   :  (021) 88353236

                                             FAXIMILE   :  (021) 88343895

                                             e-mail.pkpri@kota bekasi.go.id

                                            www.infobekasi.com.

                                   

JENIS KOPERASI          :  KOPERASI SEKUNDER

DIDIRIKAN                       :  19 JANUARI 2002

BADAN HUKUM             :  05/BH/KOP-PR/IV/2002 TGL. 22 APRIL 2002

AKTA NOTARIS              : NO.8 TANGGAL 09 DESEMBER 2008

NOTARIS                         : NURHASANAH,SH.MKn

SIUPP No.                       :  510/2628-PERINDAG/PK/XI/2008

TDP                                  : 10262650C108 TGL,10 OKTOBER 2013

NPWP No.                       :  02.271.613.8-407.000

BANK                               :  BANK JABAR CABANG BEKASI

                                             BANK KESEHTERAAN EKONOMI

                                             BANK MUAMALAT INDONESIA

                                             BANK NIAGA SYARIAH

                                            BANK SYARIAH BANDUNG

                                            BANK NEGARA INDONESIA

                                            

JUMLAH ANGGOTA    :  39 KOPERASI PRIMER

 

VISI                  :  TERDEPAN DALAM USAHA,PROFESIONAL DALAM       PELAYANAN DAN MANAJEMENT

 

MISI                              :  

                    

  • MENINGKATKAN PROFESIONALISME SDM DIBIDANG         ADMINISTRASI KEUANGAN DAN USAHA.

§         MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL EKONOMI ANGGOTA DAN MASYARAKAT.

  • PEMBERDAYAAN ANGGOTA DAN MASYARAKAT DIBIDANG KEWIRAUSAHAAN
  • MENUMBUHKEMBANGKAN TRANSAPARANSI DAN         AKUNTABILITAS.

 

MOTO                         : BANGKIT UNTUK SEJAHTERA

 

NILAI PRINSIP        :    “C E R A H”  

 

(CORPORATIVE,EDUCATIVE,RESPONSIVE,ACOUNTABLE,HONOURABLE)

 

PENGURUS PERIODE 2007 – 2011   :

 

KETUA                    :        AWAY HENDRAWAN

SEKRETARIS        :        SAPARYANTO, S.Pd

BENDAHARA        :        WIWIEK BUDHI SAJEKTI

PENGAWAS          :        Drs. H. NGADILAN,M.MPd

 

BIDANG USAHA            :  1.   SIMPAN PINJAM

2.      PENGELOLAAN HOTEL

3.      WARTEL

4.      KERJASAMA PENGELOLAAN PENDIDIKAN S1 DAN S2

5.      BIRO KONSULTASI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI KOPERASI (BIKO-MIKO)

6.      PENYEWAAN AULA

7.      JASA TRANSPORTASI / TRAVEL

8.      PENGELOLAAN TAMAN KANAK-KANAK

 

KEGIATAN USAHA PKP-RI KOTA BEKASI

 

KEGIATAN USAHA SENDIRI :

-    Unit Usaha Simpan Pinjam

-    Unit Usaha Penyewaan Aula

-    Pengelolaan Taman Kanak-kanak

-    Unit Biko Miko

-    Rental Kendaraan

 

KEGIATAN USAHA KERJASAMA :

-    Unit Usaha Perhotelan   

-    Unit Usaha Wartel

-    Unit Usaha Jasa Transportasi

 

KEGIATAN USAHA KEMITRAAN :

-  Kemitraan dengan Yayasan Pusat Pendidikan Internasional dalam bentuk kerjasama Pengelolaan Pendidikan yaitu :

·        SMK Pelita Harapan.

·        Program S1 STKIP Bekasi.

·        Program S1 STIE Gotong Royong.

·        Program Akta IV Universitas Negeri Jakarta.

·        Program S2 (MM / MBA) STIE Widya Jayakarta.

 

-  Unit usaha Jasa Konsultasi Akuntansi dan Manajemen Koperasi (BIKO – MIKO).

-    Kemitraan dengan Bank Muamalat indonesia.

 

KEGIATAN USAHA PERINTISAN :

-    Unit usaha rumah bersalin / Apotik.

-    Unit usaha Biro Jasa dan Biro Iklan.

-  Unit usaha kerjasama dengan PKP-RI se Jawa Barat mengenai Produk Unggulan Daerah (Gerai / Gallery Produk Unggulan Daerah).

 

ANGGOTA PKP-RI KOTA BEKASI

 

Perkembangan keanggotaan PKP-RI Kota Bekasi pada saat dibentuk sebanyak 18 Koperasi Primer, pada saat akhir tahun 2002 berkembang menjadi 20 Koperasi Primer, sedangkan pada saat ini menjadi 39 Koperasi Primer.

 

Ke 39 anggota tersebut adalah sebagai berikut :

 

No.

NAMA KOPERASI

1.

KOPERASI PEGAWAI RSUD KOTA BEKASI

2.

KOPERASI PEGAWAI DINAS KESEHATAN (KESUMA)

3.

KOPERASI PEGAWAI PRS DEPSOS BULAK KAPAL BEKASI

4.

KOPERASI PEGAWAI PEMERINTAH KOTA BEKASI (KPPKB)

5.

KOPERASI PEGAWAI JASA TIRTA (KASAB)

6.

KOPERASI PEGAWAI BALAI IRIGASI (BPKBP)

7.

KOPERASI PEGAWAI PDAM BEKASI (TIRTA MUKTI)

8.

KOPERASI PUSAT PELATIHAN AB DAN PLP

9.

KOPERASI PEGAWAI BRI CABANG BEKASI

10.

KOPERASI GURU-GURU KECAMATAN BEKASI TIMUR (BANGKIT)

11.

KOPERASI GURU-GURU KECAMATAN BEKASI BARAT (CHANDRA BAGA)

12.

KOPERASI GURU-GURU KECAMATAN BEKASI UTARA (KGBU)

13.

KOPERASI GURU-GURU KECAMATAN BEKASI SELATAN (GKBS)

14.

KOPERASI GURU-GURU KECAMATAN PONDOK GEDE (KGP)

15.

KOPERASI GURU DAN WARGA SMPN   1  BEKASI

16.

KOPERASI GURU DAN WARGA SMPN   3  BEKASI

17.

KOPERASI GURU DAN WARGA SMPN   4  BEKASI

18.

KOPERASI GURU DAN WARGA SMPN   5  BEKASI

19.

KOPERASI GURU DAN WARGA SMPN   7  BEKASI

20.

KOPERASI GURU DAN WARGA SMPN  12 BEKASI

21.

KOPERASI GURU DAN WARGA SMPN  17 BEKASI

22.

KOPERASI GURU DAN WARGA SMPN  25 BEKASI

23.

KOPERASI GURU DAN WARGA SMAN   1  BEKASI

24.

KOPERASI GURU DAN WARGA SMAN   5  BEKASI

25.

KOPERASI GURU DAN WARGA SMAN   6  BEKASI

26.

KOPERASI GURU DAN WARGA SMAN   7  BEKASI

27.

KOPERASI UNIVERSITAS ISLAM 45 BEKASI (UNISMA)

28.

KOPERASI PEGAWAI PT. POS INDONESIA

29.

KOPERASI PEGAWAI LAPAS BEKASI

30.

KOPERASI KARYAWAN PT. AMARTA KARYA BEKASI

31.

KOPERASI GURU DAN WARGA SMPN   11  BEKASI

32.

KOPERASI GURU DAN WARGA SMPN   13  BEKASI

33.

KOPERASI BLK BEKASI

34.

KOPERASI PEGAWAI BTN CAB.BEKASI

 35.

KOPERASI GURU KEC. JATIASIH BEKASI

36.

KOPERASI GURU DAN WARGA SMAN   9  BEKASI

37.

KOPERASI GURU DAN WARGA SMAN   14 BEKASI

38.

KOPERASI GURU DAN WARGA SMAN   3  BEKASI

39.

KOPERASI GURU DAN WARGA SMAN   8  BEKASI

 

Persyaratan keanggotaan PKPRI Kota Bekasi :

-    Koperasi Primer Pegawai Republik Indonesia (KPRI).

-    Sudah berbadan Hukum.

-   Mengajukan permohonan secara tertulis untuk menjadi anggota PKPRI Kota Bekasi yang ditandatangani oleh Ketua Koperasi dan Sekretaris dilengkapi dengan stempel koperasi.

-    Melampirkan photo copy KTP Pengurus dan Pengawas yang masih berlaku.

-  Melampirkan photo copy Akta Badan Hukum dan photo copy Pengesahan Badan Hukum dari Dinas perekonomian Rakyat dan Koperasi Kota Bekasi atau dari instansi yang berwenang, serta melampirkan Neraca dan perhitungan Rugi / Laba 2 tahun terakhir.

-    Mendapat persetujuan dari Pengurus dan Pengawas PKPRI Kota bekasi.

-    Membayar simpanan pokok sebesar Rp. 250.000,00 satu kali bayar.

-  Membayar simpanan wajib secara teratur dan rutin tiap bulan, sedangkan besarnya simpanan sesuai dengan yang telah diputuskan dalam rapat anggota.

 

SIMPANAN WAJIB :

Berdasarkan hasil keputusan Rapat Anggota (RA) PKP-RI Kota Bekasi tanggal 15 November 2003 yang membahas RK / RAPB, telah disepakati bahwa setiap anggota menyetor Simpanan Wajib secara rutin tiap bulan dengan ketentuan :

a.       KP-RI   yang   anggotanya   20 – 100   orang   membayar   Simpanan   Wajib               Rp. 250.000,00 / bulan.

b.       KP-RI   yang   anggotanya   101 – 200   orang   membayar   Simpanan   Wajib           Rp. 350.000,00 / bulan.

c.        KP-RI   yang   anggotanya   201 – 300   orang   membayar   Simpanan   Wajib           Rp. 500.000,00 / bulan.

d.       KP-RI   yang   anggotanya   301 – 400   orang   membayar   Simpanan   Wajib         Rp. 650.000,00 / bulan.

e.       KP-RI   yang   anggotanya  401 - 500 orang   membayar   Simpanan   Wajib       Rp. 750.000,00 / bulan.

f.          KP-RI   yang   anggotanya  500 keatas  orang   membayar   Simpanan   Wajib       Rp. 1.000.000,00 / bulan.

 

 

 

Search

Kolom

  •   Kehadiran Hernando de Soto di Indonesia, beberapa waktu lalu, membuka jalan bagi kaum miskin untuk menyadari masih ada kekayaan yang dimiliki berupa aset yang selama ini tidak disadari.

Profil

  • Kenal Swamitra secara tidak sengaja, ceritanya waktu itu Marhedi butuh uang untuk tambahan beli lapak yang sebelumnya disewa.

  • Bermula dari kebijakan pengurangan pegawai oleh perusahaan tempatnya bekerja karena pengaruh krisis moneter tempo hari. Akhirnya Izzuddin tergerak untuk melanjutnya usaha yang semula dirintis oleh almarhum istrinya pada 2002.

    Berbekal modal Rp 5 juta untuk membeli peralatan dan bahan baku, Izzuddin pun mulai menekuni usaha bandeng sosisnya. Dibantu tenaga kerja sebanyak lima orang, yang diambil dari lingkungan masyarakat di sekitar rumahnya yang dijadikan tempat produksi di Jl. Hembo, Rt 03/07 No.19 Jatimulya, Tambun, Jawa Barat.
  • {slimbox images/stories/gallery/img_0021.jpg,images/stories/thumbs/img_0021.jpg,}
      Keterlibatannya di gerakan koperasi di awali langsung sebagai pengawas, meski dalam kesehariaan dirinya berprofesi sebagai pendidik, tapi kalau sudah berbicara mengenai koperasi, Ketua Koperasi Guru Pondokgede yang sudah menjabat selama empat periode ini, dengan lancar menyampaikan penjelasannya, mulai dari hambatan, tantangan, hingga prospek koperasi sebagai jalan keluar persoalan ekonomi yang sedang dialami bangsa kita.
  • Bagi pengurus Koperasi Karyawan (Kopkar) PT. Amarta Karya, mengembangkan koperasi yang memiliki Badan Hukum berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Koperasi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor : 47/BLP/V/1990, tanggal 30 Maret 1990 dengan No. Badan Hukum 2487/BH/I, boleh dibilang bukan sesuatu yang sulit. Makanya hingga akhir Oktober 2005, Kopkar PT.Amarta Karya mampu mengumpulkan asset lebih kurang Rp 1,8 miliar.

    Dengan memanfaatkan jaringan induknya, Kopkar ini bisa memperluas keanggotaannya ke seluruh cabang perusahaan yang tersebar di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Medan, Kalimantan Timur, Riau, Jambi, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.