Usaha Travel

Koperasi Pegawai Pemda Kota Bekasi (KPPKB) menggandeng Adhy Tours & Travel membuka layanan perjalanan umrah, wisata, kunjungan kerja dan studi banding bagi Pegawai Pemda Kota Bekasi.

 

Dengan pertimbangan biaya yang sangat kompetitif, pihak pengelola jasa travel dengan  KPPKB optimis bisa menjaring banyak konsumen. Apalagi, selama ini hubungan antara koperasi dengan pegawai sangat dekat karena jalinan keanggotaan.

 

Untuk persiapan menjelang Hari Raya saja sudah banyak pegawai  yang memesan tiket mudik, baik  untuk kapal laut maupun pesawat terbang. ”Pengguna jasa travel ini delapan puluh persen memang pegawai Pemda, sisanya masyarakat umum yang masih berhubungan saudara dengan mereka,” kata Direktur Operasional Adhy Tours & Travel Devi Iriani.

 

Sedangkan kerja sama kedua pihak ini diagendakan selama lima tahun, dengan masa evaluasi setahun. Jika saling menguntungkan, bisa terus berlanjut. Seandainya kurang memenuhi harapan bisa ditinjau ulang. ”Kami berharap langkah ini bisa memudahkan anggota untuk melakukan perjalanan, baik saat tugas maupun urusan lainnya,” kata Ketua KPPKB  H.Toto Ruchimat saat ditemui di sela-sela kesibukkannya menghadapi beberapa anggota koperasi yang berkonsultasi mengajukan pinjaman, beberapa waktu lalu di kantornya, Jl. Ahmad Yani, Kota Bekasi. 

 

 

Search

Kolom

  •   Kehadiran Hernando de Soto di Indonesia, beberapa waktu lalu, membuka jalan bagi kaum miskin untuk menyadari masih ada kekayaan yang dimiliki berupa aset yang selama ini tidak disadari.

Profil

  • Kenal Swamitra secara tidak sengaja, ceritanya waktu itu Marhedi butuh uang untuk tambahan beli lapak yang sebelumnya disewa.

  • Bermula dari kebijakan pengurangan pegawai oleh perusahaan tempatnya bekerja karena pengaruh krisis moneter tempo hari. Akhirnya Izzuddin tergerak untuk melanjutnya usaha yang semula dirintis oleh almarhum istrinya pada 2002.

    Berbekal modal Rp 5 juta untuk membeli peralatan dan bahan baku, Izzuddin pun mulai menekuni usaha bandeng sosisnya. Dibantu tenaga kerja sebanyak lima orang, yang diambil dari lingkungan masyarakat di sekitar rumahnya yang dijadikan tempat produksi di Jl. Hembo, Rt 03/07 No.19 Jatimulya, Tambun, Jawa Barat.
  • {slimbox images/stories/gallery/img_0021.jpg,images/stories/thumbs/img_0021.jpg,}
      Keterlibatannya di gerakan koperasi di awali langsung sebagai pengawas, meski dalam kesehariaan dirinya berprofesi sebagai pendidik, tapi kalau sudah berbicara mengenai koperasi, Ketua Koperasi Guru Pondokgede yang sudah menjabat selama empat periode ini, dengan lancar menyampaikan penjelasannya, mulai dari hambatan, tantangan, hingga prospek koperasi sebagai jalan keluar persoalan ekonomi yang sedang dialami bangsa kita.
  • Bagi pengurus Koperasi Karyawan (Kopkar) PT. Amarta Karya, mengembangkan koperasi yang memiliki Badan Hukum berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Koperasi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor : 47/BLP/V/1990, tanggal 30 Maret 1990 dengan No. Badan Hukum 2487/BH/I, boleh dibilang bukan sesuatu yang sulit. Makanya hingga akhir Oktober 2005, Kopkar PT.Amarta Karya mampu mengumpulkan asset lebih kurang Rp 1,8 miliar.

    Dengan memanfaatkan jaringan induknya, Kopkar ini bisa memperluas keanggotaannya ke seluruh cabang perusahaan yang tersebar di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Medan, Kalimantan Timur, Riau, Jambi, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.