Terus Kembangkan Usaha

Sejak berdiri hingga sekarang, Koperasi Guru Pondokgede (KGP) memang memiliki catatan kinerja yang bagus. Terbukti, selain banyak menjalankan bidang usaha, anggotanya pun tiap tahun terus bertambah.

Seperti saat digelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) beberapa waktu lalu di halaman Sekolah Dasar Jatiwaringin VI, Kota Bekasi. Meski sempat diguyur hujan tapi anggota koperasi tersebut tampaknya tidak peduli. Mereka tetap saja datang dengan tujuan untuk mendengarkan laporan pertanggung-jawaban (LPJ) pengurus KGP.

“Bagi kami RAT itu penting karena bukan saja pulangnya bisa membawa uang sisa hasil usaha tapi juga jadi tahu program yang akan dilaksanakan koperasi untuk tahun depan,” kata Sri, salah seorang anggota KGP.

Dari buku tamu yang disiapkan panitia, tercatat ada 420 anggota yang menghadiri RAT tersebut. Sedangkan jumlah anggota KGP secara keseluruhan ada 501 orang. Ini menunjukkan antusias mereka dalam memajukan koperasi guru tersebut memang tinggi.

Sebenarnya untuk RAT kali ini berbarengan dengan berakhirnya kepengurusan KGP periode sebelumnya. Tapi karena dianggap mampu dan memiliki kinerja yang baik, ketua lama pun akhirnya dipilih kembali. “Ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” kata Ketua terpilih H.Ngadilan yang pernah mendapat penghargaan Tokoh Koperasi dari Provinsi Jawa Barat pada 2007 .

Sebagai bentuk tanggung jawab dari kepercayaan yang sudah diberikan angggota, pengurus tentunya akan melaksanakan program untuk tahun 2008 ke arah peningkatan pelayanan. Semua itu tercantum dalam rencana kerja dan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Koperasi (RAPBK)

Salah satu rencana kerja yang sudah disiapkan berkaitan dengan bidang organisasi guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan usaha. Untuk bisa mencapai tujuan itu, KGP akan menyusun program diantaranya; memperbaiki dan menyempurnakan kinerja personil, meningkatkan ketrampilan para anggota dan pengurus untuk memperdalam pengetahuan tentang perekonomian, mengikuti pelatihan dan seminar.

Sedangkan bidang usaha dan permodalan meliputi pengembangan aktivitas usaha memperoleh laba optimal. Program yang dilaksanakan antara lain; mengusahakan untuk mendapatkan modal melalui pinjaman lunak dari pihak ketiga, meningkatkan tertib pengelolaan keuangan untuk menghindari terjadinya salah-kelola keuangan, mengupayakan peningkatan SHU, merekrut calon anggota yang belum menjadi anggota koperasi, mempertahankan dan membina anggota yang sudah ada, memberikan tunjangan hari raya kepada pengelola dan anggota, memberikan santunan bagi anggota yang sakit atau meninggal dunia.

 

Search

Kolom

  •   Kehadiran Hernando de Soto di Indonesia, beberapa waktu lalu, membuka jalan bagi kaum miskin untuk menyadari masih ada kekayaan yang dimiliki berupa aset yang selama ini tidak disadari.

Profil

  • Kenal Swamitra secara tidak sengaja, ceritanya waktu itu Marhedi butuh uang untuk tambahan beli lapak yang sebelumnya disewa.

  • Bermula dari kebijakan pengurangan pegawai oleh perusahaan tempatnya bekerja karena pengaruh krisis moneter tempo hari. Akhirnya Izzuddin tergerak untuk melanjutnya usaha yang semula dirintis oleh almarhum istrinya pada 2002.

    Berbekal modal Rp 5 juta untuk membeli peralatan dan bahan baku, Izzuddin pun mulai menekuni usaha bandeng sosisnya. Dibantu tenaga kerja sebanyak lima orang, yang diambil dari lingkungan masyarakat di sekitar rumahnya yang dijadikan tempat produksi di Jl. Hembo, Rt 03/07 No.19 Jatimulya, Tambun, Jawa Barat.
  • {slimbox images/stories/gallery/img_0021.jpg,images/stories/thumbs/img_0021.jpg,}
      Keterlibatannya di gerakan koperasi di awali langsung sebagai pengawas, meski dalam kesehariaan dirinya berprofesi sebagai pendidik, tapi kalau sudah berbicara mengenai koperasi, Ketua Koperasi Guru Pondokgede yang sudah menjabat selama empat periode ini, dengan lancar menyampaikan penjelasannya, mulai dari hambatan, tantangan, hingga prospek koperasi sebagai jalan keluar persoalan ekonomi yang sedang dialami bangsa kita.
  • Bagi pengurus Koperasi Karyawan (Kopkar) PT. Amarta Karya, mengembangkan koperasi yang memiliki Badan Hukum berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Departemen Koperasi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor : 47/BLP/V/1990, tanggal 30 Maret 1990 dengan No. Badan Hukum 2487/BH/I, boleh dibilang bukan sesuatu yang sulit. Makanya hingga akhir Oktober 2005, Kopkar PT.Amarta Karya mampu mengumpulkan asset lebih kurang Rp 1,8 miliar.

    Dengan memanfaatkan jaringan induknya, Kopkar ini bisa memperluas keanggotaannya ke seluruh cabang perusahaan yang tersebar di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Medan, Kalimantan Timur, Riau, Jambi, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.